Kamis, 22 Agustus 2013

7 KASUS KEMATIAN KARNA TERTAWA

Tertawa itu menyehatkan, tapi bila kita tertawa dengan berlebihan maka akan menyebabkan kematian. Berikut beberapa kasus kematian yang disebabkan karena tertawa:

1. Seorang pelukis asal Yunani yang bernama Zeuxis,terserang sesak nafas pada saat dia tertawa yang berlebihan dan akhirnya menyebabkan dia meninggal.  Dan yang menyebabkan dia tertawa adalah saat melihat lukisan seorang wanita yang dibuatnya dan baru saja dia selesaikannya.

2. Seorang comedian asal Yunani yang bernama Philemon, meninggal saat dia tertawa. Dia meninggal  karena menertawakan leluconnya sendiri

3. Filsuf Yunani yang bernama Chrisyppus ameninggal karena tertawa berlebihan pada saatdia  melihat seekor  keledai sedang makan buah ara.

4. Penulis dari Italia Pietro Aretino meninggal karena tertawa hingga dia terjungkal dari kursinya dan mengalami kejang- kejang yang menyebabkan dia meninggal. Yang menyebabkan dia tertawa karena saudara perempuannya menceritakan hal – hal jorok. 

5. Thomas Urquhart, pengarang asal Skotlandia meninggal saat  menertawakan perbaikan singgasana raja Charles II.

6. Seorang  perempuan yang berasal dari Northamptonshire bernama Nyonya Fitzherbert, pada bulan April 1872 pergi ke Drury Lane Theatre untuk menonton Beggar’s Opera. Dia tertawa begitu kerasdan tak bisa berhenti  ketika seorang karakter bernama Polly melakukan adegan konyol. Sehingga dia dikeluarkan dengan paksa dari ruang theatre. Satu minggu kemudian, dia dikabarkan meninggal karena terserang histeria berkelanjutan.

7. Seorang laki- laki bernama Alex Mitchell meninggal pada tanggal 24 Maret 1975 karena tertawa saat menonton  komedi The Goodies di TV. Setelah 25 menit tertawa, Alex berhenti tertawa, kemudian merosot dari sofa terkena serangan jantung.

Sabtu, 03 Agustus 2013

TIPS AMAN MENINGGALKAN RUMAH WAKTU MUDIK

1.Kunci pintu, nyalakan tv dan radio
cukup keras, letakan sandal (sandal
jepit lebih disarankan)
Tidak usah terlalu banyak, mungkin
20-30 pasang.
Supaya malingnya takut masuk, biar
dikira saudara dari kampung lagi
datang
Kalo sandal ilang biasalah, udah
resiko, yg penting ngga masuk
rumah.

2. Kalau ragu dengan tips no 1,
berikut tips no 2
Matikan lampu dan buka sedikit
gorden, gantungkan guling dengan
bentuk seperti pocong gantung diri
di gorden yang sedikit terbuka tadi.
Dijamin maling mengurungkan
niatnya karena masuk rumah
pocong.

3. Masih ragu dengan tips 1 dan 2?
Tenang saja, masih ada tips no 3
Pasang Papan atau Triplek didepan
rumah, tulis tulisan "RUMAH INI
DIJUAL" atau "RUMAH INI DISITA
BANK"
Ngga bakal deh tu maling masuk,
rumah bermasalah.

4. Masih ragu dengan Tips nomor 1
s/d 3, masih ada Tips no 4 yang
paling cetar membahana..
Pergilah ke kantor polisi dan pinjam
Police Line (Garis Polisi).
Pasang di sekeliling rumah, belilah
2-3 ekor ayam untuk bekal mudik,
sembelih ayamnya dan jangan lupa
cecerkan darahnya disekeliling
rumah. Seakan-akan rumah sedang
terjadi pertumpahan darah atau
pembunuhan. Yakin deh, maling
ngga akan mendekat ama rumah yg
lagi ada pembunuhan berdarah-
darah.

5. Udah 4 tips tuh, masa masih
ragu, kalo masih ragu ampun dah,
tips terakhir, bawa mudik aja tuh
rumah... Gitu aja kok repot...

"Mudah-mudahan Tips dari saya
ngga dibaca maling..."

Karena kejahatan bukan saja dari
niat pelakunya, Tapi Bisa juga
terjadi karena ada kesempatan.....

Kamis, 25 Juli 2013

KENANG-KENANGAN BERSAMA SAHABAT

Semilir angin menerpaku
Saat ku tatap wajahmu tuk terakhir kalinya
Terputar kembali dalam benakku
Memori – memori indah kebersamaan kita
Saat kita melangkah bersama


Menapaki jalan dakwah
Berjuang menegakkan syariat Islam Pahit getir menemani kita
Namun kau tak pernah berhenti
Cacian, hinaan dan makian

Mengiringi di setiap langkah kita
Tapi kau terus melangkah
Dan menopangku saat ku mulai lelah


Karena kau tahu surga telah menanti
Kemarin….. ya kemarin…..
Saat kita sedang mentadaburi
Surat cinta dari illahi

Mereka datang
Menyeretmu dengan paksa
Dan menghujanimu dengan timah panas


Teriakan takbirmu masing terngiang ditelingaku
Jelas sudah lebih indah dari biasanya
Hmm….. kini, di tempat ini
Aku hanya dapat menatap tubuhmu
Yang terbujur kaku tak bergeming
Dengan mata yang tertutup rapat


Serta bibir yang tersenyum penuh kemenangan
Kau telah bahagia, terlepas dari beban dunia
Aku menangis pun tiada berguna
Karena air mata takkan membawamu kembali
Selamat jalan sahabat…..
Do’akan aku agar dapat meneruskan perjuangan ini
Do’akan aku agar kelak rindu ini dapat terbeli

KETIKA TUHAN MENCIPTAKAN WANITA

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,

“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”

Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.


Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!


Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”

Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”

“Untuk apa?“, tanya malaikat.


Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita.
Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”

SETIAP KEMENANGAN BUTUH KESABARAN

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… ayah anak“Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.!!